Tampilkan postingan dengan label Bulu Tangkis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulu Tangkis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Juni 2013

PRESTASI BADMINTON INDONESIA SAMPAI BULAM MEI 2013


Korea Open Super Series Premier
[3/4] [MS] Sony Dwi Kuncoro
Maybank Malaysia Open Super Series
[1] [MD] Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
[2] [MS] Sony Dwi Kuncoro
[3/4] [WD] Vita Marissa/Variella Aprilsasi Putri Lejarsar
[3/4] [XD] Praveen Jordan/Vita Marissa
Iran Fajr International Challenge
[1] [MS] Riyanto Subagja
[1] [MD] Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf
[2] [MS] Arif Ramadhan
[2] [WS] Febby Angguni
[2] [MD] Ronald Alexander/Selvanus Geh
[3/4] [WS] Yeni Asmarani
YONEX German Open Grand Prix Gold
[2] [MS] Tommy Sugiarto
Yonex All England Open Super Series Premier
[1] [XD] Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
[3/4] [MD] Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
[3/4] [XD] Muhammad Rijal/Debby Susanto
[3/4] [XD] Markis Kido/Pia Zebadiah
Swiss Open Grand Prix Gold
[3/4] [MD] Markis Kido/Alven Yulianto Chandra
[3/4] [XD] Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
Ciputra Hanoi Vietnam International Challenge
[1] [WS] Hana Ramadhini
[3/4] [WS] Millicent Wiranto
Yonex Australian Grand Prix Gold
[1] [MD] Angga Pratama/Ryan Agung Saputra
[1] [WD] Vita Marissa/Variella Aprilsasi Putri Lejarsar
[1] [XD] Irfan Fadhilah/Weni Anggraini
[2] [MD] Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
[3/4] [MS] Alamsyah Yunus
Osaka International Challenge
[1] [XD] Lukhi Apri Nugroho/Annisa Saufika
[3/4] [XD] Alfian Eko Prasetya/Sri Wulan Sari
SKYCITY New Zealand Grand Prix
[1] [MD] Angga Pratama/Ryan Agung Saputra
[1] [XD] Praveen Jordan/Vita Marissa
[2] [XD] Riky Widianto/Richi Puspita Dilli
[3/4] [MD] Bona Septano/Afiat Yuris Wirawan
[3/4] [MD] Yohanes Rendy Sugiarto/Berry Angriawan
[3/4] [WD] Vita Marissa/Variella Aprilsasi Putri Lejarsar
Victor Croatian International Series
[1] [MD] Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana
Badminton Asia Championships
[3/4] [WD] Imawan Gebby Ristiyani/Nuraidah Tiara Rosalia
[3/4] [XD] Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati
Yonex Dutch International Challenge
[3/4] [MD] Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana
[3/4] [WD] Keshya Nurvita Hanadia/Devi Tika Permatasari
Yonex Sunrise India Open Super Series
[1] [XD] Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
[3/4] [WS] Aprilla Yuswandari
[3/4] [MD] Angga Pratama/Ryan Agung Saputra
Portuguese International Series
[1] [XD] Jones Rafly Jansen/Keshya Nurvita Hanadia
[2] [WD] Keshya Nurvita Hanadia/Devi Tika Permatasari
[3/4] [MD] Jones Rafly Jansen/Indra Viki Okvana
Yonex Sunrise Malaysia Open Grand Prix Gold 2013
[1] [MS] Alamsyah Yunus
[1] [WD] Pia Zebadiah/Rizki Amelia Pradipta
[1] [XD] Praveen Jordan/Vita Marissa
[2] [WD] Vita Marissa/Variela Aprilsasi Putri Lejarsar
[3/4] [MD] Markis Kido/Alvent Yulianto Chandra
[3/4] [XD] Gideon Markus Fernaldi/Variela Aprilsasi Putri Lejarsar
hingga saat ini :
TOTAL [50 Medals]
Sektor [Gold] [Silver] [Bronze]
MS = [2] [3] [2]
WS = [1] [1] [3]
MD = [5] [2] [8]
WD = [2] [2] [4]
XD = [7] [1] [7]
Source : BADMINTON MANIA

5 ATLET BULUTANGKIS PUTRA TERBAIK DALAM SEJARAH BULUTANGKIS INDONESIA


Meskipun prestasi bulutangkis Indonesia sedang menurun tajam, namun beberapa nama pebulutangkis telah mengharumkan Merah-Putih. Bahkan diantaranya tergores dalam lembar sejarah di dunia. Berikut 5 pebulutangkis putra terbaik Indonesia sepanjang sejarah.


1. RUDY HARTONO KURNIAWAN


Sejarah menulisnya lebih singkat dengan Rudy Hartono. Hingga saat ini rekor 8 kali juara All England, 7 diantaranya direbut secara berturut turut belum bisa terpecahkan. Di luar All England, hampir semua gelar pernah diraihnya termasuk Thomas Cup dan World Cup yang terakhir dilakoninya pada 1980. Rudy juga pernah menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama. Rudy juga pernah satu kali membintangi film layar lebar berjudul “Matinya Seorang Bidadari” pada tahun 1971.



2. LIEM SWIE KING


Merupakan generasi emas kedua di tunggal putra. King dianggap penerus kejayaan yang ditinggal Rudy Hartono. Tiga kali gelar All England dan empat runner-up dirasakan pebulutangkis kelahiran Kudus, 28 Februari 1956 ini. Gaya smash yang dilakukannya sambil melompat menjadi cirikhasnya hingga melahirkan julukan King Smash. Semerti halnya Rudy Hartono, Liem Swie King pun pernah bermain film layer lebar berjudul “Sakura dalam Pelukan”. Bahkan jejak langkahnya difilmkan dengan judul “King”.



3. ALAN BUDIKUSUMA


Permainannya tidak segemilang Rudy Hartono maupun Liem Swie King. Namun prestasi yang telah mengharumkan nama Indonesia untuk pertamakalinya di ajang Olimpiade Barcelona 1992 membuat Alan masuk daftar pebulutangkis terbaik di negeri ini. Alan belum pernah merasakan juara All England  maupun Thomas Cup. Namun dengan emas Olimpiade, Alan dianugrahi Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama seperti Rudy Hartono.



4. HARYANTO ARBI


Pebulutangkis Indonesia yang juga memiliki gelar lengkap. Dua kali gelar All England bisa diraihnya pada 1993, 1994. Juara Thomas Cup pernah dirasakan sebanyak 4 kali (1994, 1996, 1998, 2000), Juara Dunia 1994, 1995 dan beberapa open turnamen lainnya. Yang lebih fenomenal, Haryanto Arbi merupakan penerus Liem Swie King dalam hal jumping smash. Bahkan Haryanto Arbi dijuluki “Smash 100 watt”  karena kecepatannya.



5. TAUFIK HIDAYAT


Setelah era Haryanto Arbi usai, tak ada pebulutangkis tunggal putra Indonesia yang bisa unjuk gigi. Hingga akhirnya datang nama Taufik Hidayat. Pebulutangkis kelahiran 10 Agustus 1981 ini mampu mengembalikan prestasi bulutangkis Indonesia. Merebut emas Olimpiade Athena 2004, gelar juara dunia juga pernah dirasakannya pada tahun 2004. dan Enam kali juara Indonesia Open. Sayangnya hingga kini Taufik belum mampu merebut gelar All England.